Perbandingan Sosial Media (Sosmed) Terpopuler di Indonesia

Heloo! Terima kasih sudah mampir dan membaca artikel yang nggak penting-penting amat ini. Aslinya penting sih berhubung banyak banget sosmed-sosmed berkeliaran di Indonesia, mulai dari yang bisa terang-terangan mengungkap identitas sampe yang anonim. Well well well okay, disini kita bahas tentang perbandingannya. Secara aku kan juga orang Indonesia yang nggak sengaja kena kultur ‘membebek’ alias ikut-ikutan hehe. Ada aplikasi baru gitu langsung install, satu macam aplikasi misalnya Launcher android saja sudah install-uninstall beberapa kali. Eh akhirnya ya pakai yang pertama dicoba tadi. Dan ini nih kebiasaan buruk banget. Sakitnya tuh di kuota. Hiks 😥

Kenapa sih bahas ginian? Apa pentingnya? Hmmn begini ya, zaman sekarang itu sudah zaman yang global banget, apa-apa pake internet, lapor apa pake whatsapp, makan mie aja diupload di path, belum instagram, dan lain-lain dan lain-lain. Kebanyakan sosial media itu bisa bikin kecanduan, atau bahasa kerennya materialisme, yang katanya Ustadz Nouman Ali Khan materialisme itu pembunuh generasi muslim. Apa jadinya kalau pemuda-pemuda kita lebih banyak aktivitas di sosial media daripada di dunia nyata? Iya mending kalau update status atau gambar yang positif dan mengingatkan, lah kalau status syahwati (berbau perasaan alias curhatan), kalau dikit-dikit check-in (padahal dulu check-in itu susah banget karena harus ke hotel), yang paling parah demen selfie. Oh nooo *tepokjidat*

Intinya kita meskipun aktif di sosmed harus bisa pilih-pilih mana yang harus di share ke publik mana yang harus disimpan pribadi saja. Siip?

social-media-marketing-for-business

Oiya, hal terpenting ketika mau milih buat akun di suatu sosmed tertentu adalah sesuaikan dengan kebutuhan kita. Kita mau komunikasi pribadi hanya dengan teman, mau jualan online, mau update status umum, mau promosi blog, harus disesuaikan dengan fungsi sosmednya. Disini kita nggak akan bahas tentang sosmed yang anonim yang bisa buat kita curhat sepuasnya ya.. Karena itu menurutku nggak bermanfaat sama sekali! Maaf, tapi memang harus ditegaskan, sosmed semacam itu buat apa? Itu hanya bikin kita cenderung cengeng dengan menulis perasaan kita disana, karena sudah dipastikan 100% penggunanya juga gak akan update status mengingat kematian misalnya? Nggak lucu kan? 😀

Fokus ke sosmed yang ‘nyata’ aja ya.. Beberapa sosmed yang pernah aku install di android karena kekepoanku dan karena terjebak iklan juga, beberapa masih nangkring awet di hape, beberapa lagi udah diuninstall bersih-bersih dari hape. Yukk cek:

1. Facebook
Siapa juga hari gini nggak punya akun Facebook? Mau dibully orang sesekolah? Susah bro kalau nggak punya Facebook. Karena sekarang komunikasi grup kelas, bagiin file presentasi dan makalah, semua di FB. Anyway FB ini adalah sosmed yang pertama kali aku buat hihihi jadi keramat banget kesannya, gak tega buat deactivate (meskipun kenyataannya aku di FB sudah pernah ganti akun tiga kali) 😀
(+) Cepet loadingnya, banyak yang pakai jadi cocok buat jualan atau komunikasi lewat grup, bisa diakses hape manapun dan PC, publik
(-) Rawan penipuan akun palsu, kalau di android app Facebook ukurannya 80 MB lebih dengan update-an terbaru, spam berkeliaran, banyak ads (iklan) yang kadang mengganggu, maklum gratis hehe

2. Instagram
Nah instagram ini aslinya sudah ada dari dulu sih tapi karena aku gaptek jadi baru 2014 kemarin buat akun IG. Ternyata enak juga loh bisa share apapun dengan menyertakan foto, jadi gak ngawang gitu. Dan sudah naluri manusia untuk menangkap sesuatu yang lebih eye-catching. Sampe sekarang masib awet akun instagram di androidku.
(+) Bisa loading gambar meskipun jaringan Edge (artinya konsumsi data sedikit), bisa difollow tanpa memfollow *senyumlicik*, buat jualan sesuai bangeet karena simpel.
(-) Agak ganggu kalau ada temen yang upload foto selfie terus, artikel nggak bisa dicopas, gambar gak bisa didownload (harus pake screenshot).

3. Path
Sosmed ketiga yang terpopuler (menurut versiku) adalah Path. Nasibnya beda dengan IG dan FB, dia kadang install kadang uninstall tergantung kebutuhan hehe.
(+) Privasi banget, yang nggak kita add otomatis nggak bisa lihat postingan kita, real-friend only (cocok untuk menjaga silaturahim), update status cepet, ada reminder upload gambar dan musik, ada fitur Sleep dan Awake, juga Inner Circle (jadi kita bisa milih melihat postingan siapa yang kita inginkan saja)
(-) Temen-temen mungkin sudah addicted sama Path sehingga dikit-dikit update, loading gambar agak lama, loading lokasi juga agak lama.

4. Pinterest
Nah bicara mengenai Pinterest, pertama tahu itu sih underestimate, ini app apa sih, penting nggak sih, dan lain-lain. Setelah mencoba sekali, wow, mau delete account itu nggak jadi-jadi.
(+) Konsepnya keren, kita hanya mendapatkan gambar di bidang yang kita interest aja, inspiratif banget, kualitas gambar jernih, bisa buat gambar yang panjang, no crop, postingan disana sejauh yang kutahu semuanya berkualitas atau lumayan berkualitas.
(-) Buat share ke FB/Google+ nggak bisa langsung kayak IG ke FB melainkan berupa link ke Pinterest, Indonesia belum banyak yang pakai, pertama kali buat agak bingung.

5. Google+
Awalnya sama dengan Pinterest, agak asing dan kurang merasakan manfaatnya. Tapi lewat baca review orang-orang tentang manfaat Google+, akhirnya aku buat akun lagi yang sebelumnya sudah dinonaktifkan. Ternyata memang bagus kok kayak Facebook, tapi lebih josss ini. Berhubung sudah banyak teman di FB, akhirnya yang Google+ diuninstall aja deh, kan bisa akses lewat PC 😀
(+) Reliable, Real-people, koneksi langsung dengan semua aktivitas di Google, cocok untuk promosi blog atau personal-branding, bisa share gambar ke FB atau akun lainnya (all-connected).
(-) Kurang popular di kalangan anak muda, loading gambar agak lama.

6. Skype dan Tango
Skype dan Tango ini satu model, dengan video chat sebagai keunggulan utama, masih setia pakai akun ini meskipun nggak pernah dibuka dan sudah diremove dari android. Lain kali kalau butuh baru install lagi.
(+) Real-people, bisa video chat, loading cepet, bisa diakses PC
(-) Kurang banyak yang pakai ini jadi kurang berfungsi di hape, butuh jaringan tinggi.

7. WhatsApp Messenger, Blackberry Messenger (BBM), dan Line
Ketiga aplikasi ini selalu wajib bangkring di android para mahasiswa karena selain murah dan private, ini juga sebagai pengganti sms. Sampai sekarang WA dan BBM masih jagonya, sedangkan Line, maaf ya harus didelete dan dinonaktifkan karena gak berperan banyak hehe.
(+) WA dan BBM: real-time messages, murah, jaringan E accessible asal stabil hehe,
WA: kualitas gambar dan video bagus
BBM: bisa kirim file
Line: rame yang pake
(-) WA: kurang optimal untuk grup jualan, mending di BBM kalo grup jualan, no kirim file
BBM: sering pending, kualitas gambar minus, harua request HD picture kalau mau bagus
Line: banyak ads dan postingan game-game dari Line -_-

8. Kik Messenger
Sosmed Kik ini biasanya untuk komunikasi sama orang luar negeri, cuma buat fun aja sih.
(+) Isinya kebanyakan bule, bisa buat latihan ngomong.
(-) Minus terbesar adalah kebanyakan bulenya adalah bule kesepian dengan status yang sangat vulgar, jangan deh jangaaan pernah masuk Kik kalau nggak mau dosa, nggak cocok buat cari teman.

9. Badoo
Badoo ini apa ya, nggak tahu deh karena cuma sehari aja terus langsung diuninstall hehe.
(+) Privasi, Real-people
(-) Nggak relevan dan nggak sesuai buat cari teman, sama aja kayak anonim.

10. Taptrip
Sosmed satu ini yang pernah bertengger beberapa bulan di androidku. Yukk langsung cek
(+) Ada fitur translate otomatis, no worries when chatting, ada reminder share foto.
(-) Banyak komen nggak penting, kurang sesuai untuk cari teman yang bener-bener pure niatnya. Tapi jika beruntung ada juga kok yang baik.

11. WeChat, Kakao, ChatOn, Telegram
Semuanya sama fungsinya kecuali Telegram. Telegram ini seperti WA tapi katanya lebih cepet dan lebih enak. Berhubung sedikit yang pakai Telegram akhirnya delete account lagi deh hehe.

Tambahan: LinkedIn dan Tumblr sepertinya ramai dipakai dan khusus LinkedIn sangat sesuai dengan orang-orang profesional dan membangun personal branding. Belum nyoba sih, next time kalau lagi mood 🙂

Sebenarnya masih ada beberapa aplikasi lagi yang perlu dibahas, tapi daripada postingan ini jadi nggak penting, lebih baik disudahi saja sampai disini 🙂 Semoga bermanfaat.

Be wise on your social media and Don’t let your finger testify against you in the Aakhirah because of this.

Posted in Gadget, Hobby, Messenger, Social Media | Tagged , , | 4 Comments

Jangan Kuliah! Kalau Nggak Sukses.

“Jangan Kuliah! Kalau Nggak Sukses.”

buku

Ini bukan promosi buku atau apa ya, tapi memang tulisan ini terinspirasi dari judul buku fenomenal tahun ini. Buku ini diulis oleh penulis yang langsung melejit namanya dan sekarang lagi sibuk “tour” ke berbagai kota sebagai motivator nasional untuk mahasiswa. Page facebooknya pun langsung ramai like dan share dari status-statusnya yang menginspirasi remaja yang “dewasa”. Yaa semacam Tere Liye gitu lah tapi masih baru muncul aja. Siapa lagi kalau bukan Setia Furqon Kholid. Bukunya sih belum pernah baca dan belum pernah ikut seminarnya juga hehe, tapi denger-denger dari teman yang sering ngikutin, materinya seru dan bukunya juga menarik. Isinya kurang lebih tentang motivasi kepada remaja-remaja baik yang pengen, mau, atau sedang jadi mahasiswa untuk lebih produktif di dunia perkuliahan. CMIIW*

Meskipun banyak motivator yang lalu lalang di persada Indonesia, ada satu nih motivator favoritku, pertama kali aku baca bukunya “Percepatan Rezeki Dalam 40 Hari Dengan Otak Kanan” rasanya kayak dicambuk dan didorong untuk maju, seakan-akan orangnya ada di depanku sendiri, nama beken dan twitternya Continue reading

Posted in Curhatan, Dreams, Hobby, Purpose of Life | Leave a comment

Berani Move On, Menuju Esok yang Lebih Baik

ImageSemangat pagi, Semangat berbenah diri!

Pas lagi browsing-browsing, eh nemu artikel bagus, must read dah! Tapi bahasa Inggris. Jadi nekad translate deh, sehari semalam akhirnya jadi juga. Yeeeii 🙂 !! Jadi niatnya ini tadi cuma translate aja, tapi kok bahasanya terlalu formal, jadi aku ambil intinya aja trus dikembangin sendiri. Ini sumbernya:  http://muslimfootsteps.com/?q=closing-the-chapter . Apa sih isinya? Yuk cekidott…

PENGANTAR

Tulisan ini didedikasikan spesial buat kalian para perempuan (baik muslim maupun nonmuslim) yang hatinya pernah disakiti oleh para lelaki, yang sedang dirindung pilu, galau, dan khususnya buat yang lagi nggak bisa move on dari “pesakitan” masa lalu. Mohon maaf kalau di tulisan ini nantinya agak berpihak ke salah satu agama, Islam (because i am a muslim, of course), tapi sejatinya bisa kok dipraktekkan untuk yang non-Islam juga, disesuaikan saja dengan keyakinannya. #NoOffense #NoSARA

Yap, Move On. Mendengarnya saja sudah terbayang sulitnya move on. Memang benar sih, move on itu susah, tapi bukan berarti nggak mungkin kan?

Okay, mungkin sebagian besar yang baca tulisan ini adalah perempuan yang pernah punya hubungan yang nggak berhasil (Ngaku deh 😀). Mungkin saja karena salah paham, atau pertengkaran, dan mungkin ketidakcocokan dengan seseorang. Dia-Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut telah berhasil menyakiti kalian, menyia-nyiakan semua kepercayaan dan cinta yang menurut kalian tulus (padahal mungkin tulus kalian itu suatu kebodohan). Dia menyebut kalian dengan sebutan kebun binatang atau berbagai profesi buruk lainnya, nggak peduli kalianlah yang selama ini sayang sama dia. Lalu kalian berpisah deh, lost-contact, atau masih kontakan tapi sering terganggu dan tersakiti dengan apa yang telah terjadi.

Kalian tahu bahwa kalian HARUS move on, tapi tetap saja rasanya masih gimanaa gitu, buruk, dan nyesek itu pedih jendral!

Kalian jadi takut mengunjungi tempat-tempat kenangan dulu, karena kalian takut itu akan membangkitkan memori dan kenangan-kenangan manis bersama “si dia” di tempat itu. Kalian juga menghindari orang-orang tertentu yang akan mengingatkan kalian pada “si dia”. (Okay, ini gue banget 😐 ). Bahkan saat kalian browsing internet, buka Facebook, Twitter, dan sosial media lainnya, buat stalking misalnya, rasanya itu seperti berjalan di ranjau-ranjau kenangan, dipenuhi emosi, dan nyesek lagi deh. Kejadiannya memang sudah lama, tapi tetap saja masih nggak bisa menutup lembaran lama.

PENYIKSA UTAMA KITA

Meskipun kita yang disakiti, tapi kebanyakan dari penyiksa utama kita berasal dari diri kita sendiri loh. Lah, kok bisa? Ya karena kita sendiri yang terus-terusan membiarkan pikiran kita untuk menyuburkan memori tentang berbagai kejadian yang menyakitkan di masa lalu. Kita selalu mengingat dan mendendam karena ketidakadilan yang pernah dilakukan oleh si dia ke diri kita. Sekali lagi, kita mengorbankan diri sendiri untuk disakiti.

Mungkin banyak yang nggak sadar kalau telah menyakiti diri sendiri, tapi memang faktanya begitu. Ketika kita mereplay semua kejadian-kejadian yang menyakitkan itu, entah itu dengan curhat, mikir, atau nulis, tanpa sadar kita sudah membuka kembali luka lama. Bukannya malah menyembuhkan, eh ini jadinya malah membuat luka gores yang makin banyak. Setiap ingatan lagi-lagi akan menyakiti kita. Seperti luka fisik, luka emosi juga bisa beracun dan terinfeksi kalau nggak segera diobati.

Nggak ada yang diuntungkan disini. Si dia juga nggak akan merasakan penderitaan dan “rasa nyesek” kalian, bahkan biasanya sih lupa sama apa yang telah dia perbuat, atau yang paling parah malah nggak sadar kalau dulu dia telah menyakiti kalian. (Ini nyata. Parah abis.) Tapi, bagaimanapun juga, nggak bisa kalian menyalahkan si dia kalau tiga tahun lagi kalian masih menangisi pertengkaran hebat, debat argumen sama dia, atau kejadian pas dia meninggalkan kalian. Nggak bisa. Kan yang salah kalian sendiri. (Hmmmm iya juga, ya.)

waiting

Well, kita mungkin pernah disakiti, dikhianati, atau dibohongi. Yang jelas hati kita jadi sakit. Yaa, itulah yang namanya hidup. Manusia itu nggak ada yang sempurna bro n sis, dan kita hidup di dunia ini saling terikat untuk saling menyakiti satu sama lain. Di Al-Qur’an telah dijelaskan berulang-ulang kalau kita, manusia, diciptakan sebagai cobaan satu sama lain. Tapi, pada kenyataannya, sakit yang diakibatkan oleh orang lain itu jauh lebih kecil presentasenya dibandingkan rasa sakit yang disebabkan oleh diri kita sendiri. Maksudnya, kita menyakiti diri sendiri dengan terus mengingat dan mengulang-ulang di pikiran kita tentang setiap detail kejahatan di masa lalu, seperti film yang dimainkan terus-menerus. Dan akhirnya, nangisin hal-hal yang lebih baik dilupakan saja. Iya kan?

Perilaku kayak gini nih yang harus diwaspadai karena sama sekali NGGAK SEHAT buat diri kita. Yang lagi ngetren sekarang, adalah nulis status tentang apa yang mereka rasakan, kegalauan, kegundahan, bahkan perselingkuhan mereka semuanya dibeberkan di sosial media. Oh.. My God. Lucunya, mereka berani begitu karena katanya itu adalah wujud dari kebebasan berekspresi!! HAHAHA, kebebasan apa, Neng? Trus tujuannya ngapain, coba? Orang-orang yang melihat status-statusmu nggak bakal bisa nolong kamu keluar dari jurang kesedihanmu. Mereka hanya bisa menyaksikan dan menaruh kasihan padamu. Kasihan bukan karena simpati pada ketidakadilan yang terjadi, tapi kasihan karena melihat kamu terus-terusan mengubur dirimu sendiri dengan berbagai kesedihanmu. Nyadar nggak sih? Jadi stop deh mengumbar kesedihan-kesedihanmu di sosial media.

Banyak juga yang suka update status bijak biar dikira strong, biar orang-orang percaya kalau kamu sudah move on. Tahu nggak sih? Orang yang benar-benar sudah move on itu nggak bakal mengingat apalagi mengungkit-ungkit masa lalunya. Jadi kalau ada yang bilang “Aku sudah move on loh”, nggak lupa belakangnya dikasih smiley “:)”, itu tandanya dia belum move on! Paham?

Ada lagi yang mengaku sudah mengubur dalam-dalam masa lalunya, tapi pada kenyataannya mereka menggali kembali kuburan kenangan itu dengan tangannya sendiri. Lebih parah lagi, ada yang mengganggap dirinya sok benar, dan yang salah itu cuma “si dia”. Errrr.. this is too much. 😐

(Wah, maaf ya terlalu panjang, tapi semoga kalian sadar dan terbuka pikirannya setelah ini.)

Nah, hasil dari “mengingat kenangan” adalah kalian tanpa sadar telah menolak kesempatan kedua untuk bahagia, kalian menutup semua pintu menuju kebahagiaan karena kalian terperangkap pada kebahagiaan masa lalu. Artinya, kalian menghukum diri sendiri. Dan orang-orang baru yang datang dengan tangan terbuka, dan akan membawa kita pada kebahagiaan yang lebih sejati,  ditolak mentah-mentah dengan dalih,”Aku pernah disakiti, aku tidak akan menikah lagi”, “Dia telah mengkhianatiku, aku tidak akan percaya lagi dengan orang lain”, dan variasi penolakan lainnya dengan tema yang sama.

Pernah mendengar tentang “the power of repeating ideas”? Kata-kata yang kita ucapkan akan mempengaruhi perilaku kita. Jika kita memotivasi diri dengan ucapan “Semangat, Semangat!”, maka kita akan semangat beneran. Dalam dunia psikologi, konsep ini disebut self-fulfilling prophecy (pemenuhan harapan diri). Apa yang kita pikir, maka itu yang akan terjadi. Tapi coba pikirkan jika yang selalu diulang di dalam pikiran kita adalah kenangan-kenangan buruk di masa lalu? Hmmm diri kita juga akan menjadi buruk, pretty bad. Jadi, trauma yang muncul kemudian bukanlah disebabkan kejadian aslinya, tapi itu muncul karena pengulangan kejadian yang terjadi di pikiran kita. Jika diri kita dipenuhi oleh energi negatif, maka perilaku ke depan kita juga akan negatif, masa depan dan hubungan dengan orang lain jadi suram. Naudzubillah..

Jika kita terus-menerus membangkitkan “drama”, otomatis kita juga membangkitkan kesedihan dari kubur kenangan. Ini akan menimbulkan kelumpuhan emosional. Kemudian cepat atau lambat, hal-hal yang paling primer dalam kehidupan kita (aura, kecantikan, keuangan, dan kecerdasan) menjadi terbuang sia-sia HANYA karena kita jalan ditempat, tidak mau maju, terus mengenang dan meratapi masa lalu.

Ya, inilah pembunuh kebahagiaan kalian, saat kalian menghancurkan diri kalian dengan tangan kalian sendiri. Contoh nih, katakanlah ada seorang wanita yang kehilangan laki-laki yang sangat dicintainya. Ketika Allah mendatangkan seorang yang lebih baik dan lebih serius dari laki-laki yang pertama, wanita ini nggak bisa mencintai si laki-laki. Kenapa? Karena dia asyik mengenang kebahagiaanya di masa lalu, dia nggak mau fatamorgana itu terganti. Akhirnya wanita ini kehilangan masa depannya, tak peduli seberapa indahnya, jika saja ia mau melepas kenangannya. Ini bukan omong kosong loh, tapi hasil penelitian. Banyak orang yang kehilangan masa sekarang dan masa depannya, bukan karena kejadian yang menyakitkan, tapi karena pengulangan kejadian-kejadian itu di dalam pikirannya.

Inilah alasannya, kenapa hanya butuh satu pemicu saja untuk membuat hidup seseorang berantakan. Kita bisa ingat semua kenangan (baik dan buruk) hanya karena satu hal kecil, misalnya makanan, tempat, kata, atau bau parfum. Ini terjadi karena kita tak bisa melepaskan kenangan itu.

Jadi apa gunanya semua ini? Kenapa kita tega menyiksa diri sendiri?

life's chapter

Terus dimana fungsi keyakinan dan agama kita, keprasrahan kita pada Tuhan, jika kita terus-menerus hidup di dalam jebakan masa lalu?

TUJUAN KITA

Di dunia nyata, ada lembaga asuransi. Kita bisa menuntut asuransi untuk kerusakan mobil atau rumah. Tapi, jika ini menyangkut masalah hati, kemana lagi kita minta jaminan? Hati itu nggak ada sparepartnya, bro n sis. Jadi hati-hati dan harus pilih-pilih sebelum menambatkan hati kalian pada orang lain.

Jika kalian orang beriman, maka seharusnya kalian percaya pada hari pembalasan. Bahwa semua ketidakadilan yang kita dapatkan PASTI akan dibalas oleh Allah. Termasuk juga menyakiti perasaan orang lain, bisa jadi ini termasuk kasus pencurian hak untuk bahagia, dan masing-masing orang akan bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya di dunia.

Hayoo, yang pernah nyakitin anak orang, minta maaf gih, hihihi :p

Nah, jika kalian percaya hari pembalasan itu ada, maka seharusnya kalian mempercayakan dan memasrahkan masalah-masalah emosi kalian sama Allah. Biarkan Dia yang bertindak terhadap pelaku kriminal untuk hati kalian. Percaya kan Allah itu Maha Adil? Jadi mulai sekarang kalian nggak usah repot-repot memikirkan rencana-rencana balas dendam dan kehidupan si dia. Cukup percayakan semuanya pada Allah.  Orang-orang yang beroientasi ke masa depan, nggak punya waktu buat mikirin kejadian-kejadian yang bisa membuatnya down, dan dia nggak akan mau menghabiskan waktunya dengan mengulang-ulang kenangan di pikirannya seperti kaset rekaman yang mbulet.

MEMBUKA LEMBARAN BARU

Disini, bukan berarti kalian dituntut untuk menjadi manusia super yang nggak pernah menoleh ke masa lalu dan nggak pernah galau. Okay, galau itu manusiawi. Tapi “manusia beneran” tidak akan pernah galau lama-lama. Catet!

Hati yang dilukai itu pedih rasanya. Iya, semua juga tahu kok. Luka emosional itu juga butuh waktu untuk sembuh. Nggak bisa dengan sim salabim lalu hilang tak berbekas. Dikira sulap?! -_-

Tapi bagaimanapun juga, apa yang harus kita hindari adalah terus-menerus menyuburkan luka menjadi borok. Kita harus dan wajib untuk menghadapi kenangan-kenangan buruk dan berusaha mengendalikannya, bukan malah kenangan yang mengendalikan kita. Islam menekankan keseimbangan, termasuk emosi yang seimbang. Kita nggak bisa terus-terusan berduka kan? Kita berhak bahagia.

So what should I do now? 😦

Bagi yang muslim, yang pertama kali harus dilakukan pastinya ucap syukur “Alhamdulillah”. Nggak peduli seberapa parah luka kita, nggak peduli seberapa sering kita disakiti, pasti ada hikmah dibalik semua itu. Apapun ketidakadilan yang pernah menimpa kita, semuanya terjadi juga atas kehendak Allah. Tugas kita hanya mencari dan memahami apa maksud di balik semua ini. Right?

Nah, daripada kita komplain kepada takdir dan bertanya-tanya “Mengapa nasibku begini? 😦, seharusnya kita tanya ke diri kita sendiri. Kadang-kadang, hal-hal yang buruk diperlukan untuk mendidik kita menjadi dewasa. Gelas keramik dibentuk dengan proses yang panjang, menyakitkan  bahkan perlu dibakar dulu. Pasti ada alasan yang kompleks mengapa ketidakadilan sampai menimpa diri kita. Mungkin kejadian yang menyakitkan dulu adalah cara Allah untuk mengeluarkan orang-orang yang memang buruk bagi kehidupan kita nanti. Mungkin juga ini adalah tanda bagi kita untuk instrospeksi diri, untuk mengetahui seberapa jauh kita telah berbuat salah.

Lagipula, kita juga nggak sempurna kan? Mungkin kita juga pernah menyakiti perasaan orang lain, sengaja atau tidak? Kalau katanya Pak Ippho, lebih baik kita anggap kejadian buruk yang menimpa kita itu sebagai teguran, bukan ujian, sehingga kita terpacu untuk instrospeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik :).

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga ini tulisan, hehe.

Kesimpulannya, kita harus bisa mengubah situasi-situasi yang bisa membuat kita down menjadi alat untuk refleksi diri dan akhirnya membuat kita naik kelas menuju derajat manusia mulia. Semoga. Aamiin :).

imagined having

Posted in Curhatan, Hearts, Purpose of Life | Leave a comment

Mengatasi Sinyal Wifi yang Tiba-Tiba Hilang pada Laptop Windows 7

Wifi adalah sesuatu yang sangat menarik bagi kaum muda sekarang. Karena gratisan, tentunya. Karenanya, banyak fasilitas umum yang mulai menyediakan wifi, mulai dari hotel bintang lima, kolam renang, restoran, bahkan warteg sekalipun (ini warteg modern amat?). Gadget-gadget elektronik pun mulai mereinkarnasi dirinya menjadi sebuah wifi searcher alias dilengkapi dengan fasilitas wifi juga di dalamnya. Tapi pernah nggak pas lagi di daerah yang wifinya terkenal super cepat, tapi pas nyalain laptop eh nggak ada wifi yang terdeteksi sama sekali. Padahal di laptop temen-temen wifinya oada terdeteksi semua. Walhasil nggak jadi download filem deh. Nyebelin nggak sih? Memang, ini pengalaman pribadi soalnya. Karena itu, aku pengen berbagi bagaimana rasanya mengalami kehilangan sinyal wifi dan solusinya.

            Waktu pertama kali itu aku panik setengah mati, kirain hardware wifinya yang error. Aku tanya temen pun pada nggak bisa ngasih jawaban semua. Akhirnya aku searching di internet pake modem. Alhamdulillah ternyata banyak juga yang pernah mengalami kejadian kayak begini. #cariTemen

            Dari hasil searching beberapa blog dan website, akhirnya aku coba satu per satu caranya. Inilah hasil trial and error pas benerin wifi. Nah, kalau ada pembaca yang mengalami masalah yang sama seperti diatas, boleh dicoba nih caranya.

  1. Cek dulu apakah wifi sudah nyala atau belum. Pada beberapa laptop memang ada tombol khusus untuk wifi sehingga proses menyalakan wifi harus dilakukan secara manual. Untuk yang tidak ada tombol wifi di laptopnya boleh tenang, karena itu artinya wifi menyala secara otomatis. Jadi tidak perlu cek manual.
  2. Jika wifi sudah on tetapi sinyal wifi tetap tidak terdeteksi, coba dicek di Control Panel > Programs. Harusnya di barisan programnya itu ada Wireless Drivernya. Karena aku pake Lenovo, maka wireless driverku namanya Lenovo_Wireless_Driver. Nama ini tergantung dari jenis laptopnya ya. Nah jika ternyata tidak ada program tersebut, berarti wireless driver itu telah teruninstall entah secara sengaja ataupun tidak. Jadi, langkah selanjutnya (dan ini langkah yang paling efektif menurutku) adalah dengan menginstall ulang Wireless Driver.
  3. Image

            Yang dibutuhkan yaitu a) CD installation Windows7 (karena aku pake Windows7), boleh tidak berbentuk CD, bisa juga dalam flashdisk, asalkan berisi installation windows tersebut dan b) keberanian untuk mencoba, yup, keberanian inilah yang paling penting. Jarang dari kita yang tidak mau melakukan perubahan apapun di laptop kita hanya karena takut error laptopnya, padahal tidak semua bawaan laptop itu baik untuk kinerja laptop, ada beberapa yang harus diubah untuk mempercepat kinerjanya.

            Oke, setelah keduanya siap, tinggal kita pergi ke tempat yang menyediakan wifi gratisan untuk mengecek wifi. Langkah-langkah menginstal ulang adalah sbb:

  1. Masukkan CD installation atau flashdisk yang berisi installation windows 7.
  2. Buka Control Panel > ketik Device Manager pada kotak Search > kemudian pada daftar yang paling atas yang bernama laptop kita (disini tertulis Lenovo-PC), klik kanan pilih Scan for Hadware Changes. Proses ini tidak akan mengubah seluruh kerangka windows kita yang lama, tetapi akan memilih mana yang perlu diperbaiki saja.
  3. Langkah kedua itu boleh dilakukan boleh tidak. Kalau masih bingung dengan langkah kedua, mending langsung dibuka saja Drive CD di My Computer > cari folder WLAN, LAN, atau sejenisnya > cari setup.exe > klik dan Windows akan memulai instalasi wireless driver yang baru > cek wifi dan Voilaaa, sinyal wifi muncul lagi deh J

Selamat mencoba!

Posted in Gadget, Hobby, Laptop | Tagged , | 8 Comments

Catatan on Saturday, 19 January 2013 at 11:57

Kuambil pecahan kaca yang berhamburan
perlahan tapi pasti telah kurangkai menjadi sebuah cermin
tapi tak kulihat diriku disana
hanya ada kenangan kau dan dia
tenanglah, aku tidak akan mengusikmu, sayang
tetaplah disana
di dalam kaca itu
sayang sekali, terlalu rapuh
mungkin kusimpan saja
atau akan hancur dengan sendirinya pula
bila telah tiba waktunya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Assalamu alaikum :)

ImageWaahh, akhirnya bisa ngeblog lagi. Setelah bertahun-tahun nggak nulis, pasti jadi kagok deh sekarang. Yap, okay now we will start again from beginning. mulai dari apa yaaa enaknya? gak usah kenalan deh, gak penting kan.. Okay, aku sendiri sampai saat ini masih bertanya-tanya kenapa aku jadi tertarik untuk ngeblog lagi. Sebelumnya sih gak pengen ngeblog, soalnya ribet harus buka internet dulu lah begini lah. Maunya sih nulis tangan aja, praktis. Tapi setelah dipertimbangkan, nulis tangan itu gak efektif, karena selain gak hemat kertas, juga “rawan” dibaca oleh penghuni rumah. Jadi, yah beginilah akhirnya. Tujuan ngeblog sih sebenarnya nggak macem-macem, cuma ingin melatih kemampuan menulis aja, biar nggak kaget pas skripsi nanti, huehehehe :p
Jadi semoga blog ini nggak “nyasar” kemana-mana dan tetep berguna bagi diri sendiri dan pembaca seperjuangan 🙂

Posted in Curhatan, Hobby | Leave a comment