Hakikat Hidup

Apa yang dicari?

Apa yang dikejar?

Materi takkan dibawa mati. 
Mau diapakan harta itu?

Uang tak bisa membeli kebahagiaan dan ketenangan.

Kebahagiaan hanya akan muncul jika berbagi, menciptakan momen-momen yang berharga pada orang-orang di sekitar kita.

Apa gunanya uang jika waktu terkuras untuk bekerja? 

Apa gunanya harta kalau urusan keluarganya terbengkalai?

Rumah jadi hanya sebatas tempat singgah dan istirahat, komunikasi sekedarnya.

Ada orang miskin yang memiliki mental kaya, rizki berlebih atau secukupnya tetap syukur yang dipanjatkan.

Ada orang kaya tapi memiliki mental miskin, uang ada, rumah mewah, tapi terobsesi bekerja dan mencari lebih banyak pundi harta, sibuk urusan dunia, lupa tidak menikah. 

Lebih parah lagi, ada orang miskin, tak punya harta, tapi bermental miskin, siang malam yang dipikirkan hanya uang, meratapi keadaannya yang tidak berada, bahkan mendengki tetangga sebelah yang barusan bisa beli kulkas.

“Bekerjalah seperti engkau akan hidup seribu tahun lagi. 

Beribadahlah seperti engkau akan mati esok pagi.”

 #reminderformyself

Advertisements
This entry was posted in Curhatan, Poetry, Purpose of Life and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s