Psikologi adalah Ilmu?

Pertanyaan: Apakah Psikologi adalah ilmu sains? Apa alasannya?

Jawaban:

Untuk menjawab pertanyaan ini, sebelumnya kita perlu mengetahui apakah itu ilmu sains. Sains merupakan ilmu yang teoretis, tetapi meskipun demikian, teori ini juga tidak sembarangan, melainkan hasil dari pengamatan, percobaan, maupun eksperimen terhadap gejala-gejala yang terjadi di alam.  Karena teori-teori saja tidak dapat dipertahankan tanpa adanya bukti dari hasil pengamatan. Dari sini dapat kita ketahui hal yang pertama yang menjadi syarat ilmu, yaitu pengetahuan yang sudah melalui proses dan metode ilmiah. Metode ilmiah yang dimaksud langkah-langkahnya adalah dengan:

  1. observasi (mengamati gejala alam) yang kemudian dari sini kita dapatkan data awal;
  2. merumuskan masalah;
  3. menyusun hipotesis, dalam menyusun hipotesis pun tidak boleh sembarangan, tetapi harus sesuai dengan data-data awal sehingga didapatkan hipotesis yang rasional;
  4. melakukan eksperimen yang kemudian kita dapatkan data;
  5. menganalisis data yang didapatkan dari eksperimen yang dilakukan; dan
  6. mengambil kesimpulan.

Dan syarat ilmu yang kedua adalah harus berlaku secara universal atau umum, maksudnya hasil pengamatan (teori) tersebut juga dapat dipakai dimanapun dan kapanpun, tidak boleh berlaku sesaat saja.

Setelah kita tahu apakah itu sains dan syarat ilmu, sekarang kita perlu tahu apakah itu psikologi. Kata psikologi sendiri terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Yunani (Greek) yaitu kata psyche yang artinya jiwa, dan kata logos yang artinya ilmu. Jadi menurut arti kata, psikologi adalah ilmu jiwa, ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mempelajari gejala-gejalanya, prosesnya, ataupun latar belakangnya. Definisi psikologi sendiri menurut para ahli ada bermacam-macam. Salah satunya pendapat Plato dan Aristoteles, dua orang ahli filsuf pada zaman Yunani, yang mengatakan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa seta prosesnya sampai akhir. Sedangkan menurut Wilhelm Wundt, tokoh psikologi eksperimental, berpendapat bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling) dan kehendak. Ada juga seorang tokoh filsuf Indonesia yang bernama Dr. Singgih Dirgagunarsa, berpandangan secara umum bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.

Sebagai suatu ilmu, psikologi juga memiliki metode penelitian sebagaimana yang dimiliki oleh cabang ilmu lainnya, tetapi metode dalam psikologi agak berbeda disebabkan perbedaan dalam objeknya. Sebagai contoh, ilmu pengetahuan alam berobjekkan benda-benda mati, sedangkan objek psikologi adalah manusia yang hidup, makhluk yang dinamik, berkebudayaan, dan berkembang sehingga dapat berubah setiap saat.

Pusat pendekatan ilmiah psikologi adalah empat sikap yaitu rasa ingin tahu (curious), skeptis (tidak menerima begitu saja hal yang didapatkan), objektivitas, dan yang terakhir yaitu kesediaan untuk berpikir kritis. Dan metode ilmiah yang digunakan terdiri dari beberapa langkah yang telah dijelaskan diatas, yaitu metode yang dimulai dari mengamati gejala (observasi) hingga menarik kesimpulan.

Jadi berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa psikologi dapat disebut sebagai ilmu yang mandiri karena psikologi telah memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. psikologi dipelajari melalui penelitian-penelitian ilmiah menggunakan metode ilmiah seperti yang telah dijelaskan diatas;
  2. memiliki struktur keilmuan yang jelas;
  3. memiliki objek, seperti yang telah dijelaskan bahwa objek psikologi adalah manusia yang hidup;
  4. menggunakan metode ilmiah seperti eksperimen, observasi, sejarah kasus (case history) pengetesan dan pengukuran (testing and measurement);
  5. memiliki terminology khusus seperti bakat, motivasi, inteligensi, dan kepribadian;
  6. psikologi dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan (artian dari psikologi sebagai ilmu terapan).

Referensi :

Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi umum. Jakarta : Rineka Cipta.

King, Laura. 2012. Psikologi umum: sebuah pandangan apresiatif. Jakarta : Salemba Humanika.

Nasrudin, Harun. 2007. Sains dasar. Surabaya : UNESA University Press.

Advertisements
This entry was posted in Psikologi, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s