7 Kesalahan Saat Mencari Jodoh (For Muslimah)

Daripada nganggur lebih baik menyadur hehehe..

Assalamu alaikum muslimah, kali ini kita akan bahas tema jodoh nih. Pasti semua pernah galau masalah ini kan? Hahah sama berarti. Jadi sebenarnya aku ingin menulis yang original dari pikiran sendiri sih, tapi berhubung banyak artikel yang lebih otentik, lebih bermutu dibanding ide sendiri, oke lah. Kali ini sumbernya yaitu sebuah page di Facebook: Pure Matrimony, yang khusus bahas masalah jodoh dan pernikahan. Berhubung artikelnya bahasa inggris, nah kebetulan tangan ini sudah kangen pencetin keyboard laptop. Jadilah beberapa hari ini sibuk menyadur.

Meskipun sudah dibahasakan sendiri dan disesuaikan dengan iklim tropis dan kulit wanita Indonesia *apasih*, mudah-mudahan masih bisa dipahami ini tulisan hehe.. Langsung saja cekidot, kesalahan apa sih yang sering dilakukan muslimah ketika mencari jodoh?

She is praying for him. He is praying for her. Little do they know, Allah has sealed their fate together since they were even born yet.

Kesalahan 1: Kita cuma chatting aja kok, sama telepon sesekali, nggak apa-apa kan ya?

Jawabannya, TIDAK. Kita mungkin punya niatan baik supaya lebih mengetahui pribadinya dengan tujuan pernikahan, tapi yang namanya setan itu punya lebih banyak cara untuk menjerumuskan kita dan lebih pintar memilih situasi yang berpotensi dosa. Pelan tapi pasti, hal-hal tertentu akan terlihat lebih acceptable, “Nggak apa lah chat tengah malam, kan sibuk kalo siang”, “Nggak apa lah telepon sebentar, cuma tanya kabar aja kok”. Tahu-tahu kita sudah terlalu jauh, berada dalam kondisi yang sebelumnya kita mikir,”Nggak mungkin aku bisa seperti itu.” Hubungan yang nggak halal itu seperti pasir hisap, mudah masuk ke dalamnya tapi sulit untuk keluar dari sana (biasanya karena sudah ada ikatan emosional yang kuat). Padahal jika kita nurut sedikit sama apa kata Allah, hidup kita pasti akan lebih mudaaah dan lancar. وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [QS. Al-Isra’: Ayat 32]

Tips: Jangan dekati zina – Apa sih maksudnya?

Perhatikan, semua yang terpikir “cuma” seperti contoh di atas, bisa saja menjurus ke zina. Dan disebutkan di ayat tersebut kalau zina itu adalah sebuah jalan yang buruk. Kenapa disebut jalan? Kenapa bukan “perbuatan” yang buruk?

Karena zina itu ada step-stepnya, ada prosesnya, ada langkah-langkahnya menuju kesana. Dan itu dimulai dari “cuma” tadi.

Jadi hati-hati dengan kata “cuma”. Saya sih “cuma” ngingetin aja~

So, mulai dengan hal yang baik, disertai cara yang baik, hasilnya jadi baik, pernikahannya jadi berkah dunia akhirat. In shaa Allah 🙂 aamiin

IMG_97384057768595Kesalahan 2: Boleh kan keluar hanya berdua, atau sama orang tua, sama teman? Realistis aja lah, kita saling mencintai.

Ya, memang saling mencintai. Tapi bukankah Allah lebih pantas dicintai dan diutamakan? Tentu saja jawabannya adalah Allah harus dicintai melebihi apapun dan siapapun di dunia ini.

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ ِ “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” [QS. Al-Baqarah: Ayat 165]

Apakah kita menyalahgunakan dan mengingkari nikmat yang yang telah diberikan oleh Allah? Apakah kita memanfaatkan kepandaian, kecantikan, dan segala kelebihan kita dengan tidak menuruti Allah? Jika memang cinta kita kepada Allah melebihi segalanya, ya sudah menikah saja. Karena hanya pernikahan yang bisa mengobati dua orang yang sedang jatuh cinta.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda,”Engkau tidak melihat hal yang lebih baik bagi orang yang saling mencintai selain pernikahan.” (HR Ibnu Majah)

Tips: Jika tidak berniat menyegerakan pernikahan dalam waktu dekat, sabaar dan jangan melampaui batas yang ditetapkan Allah untuk mengejar kesenangan yang semu dan sesaat.

In shaa Allah pasti ada saatnya bagi kita, dan ingatlah, kita nanti akan sangat sangat sangat menyesal kalau sampai jatuh dalam hal yang haram saat mencari yang halal.

mertua

kalau gentle, langsung hadap bapaknya!

Kesalahan 3: Toh nanti akhirnya kita juga nikah kok!

Begini ya, sebelum pak penghulu bilang SAH sebagai suami istri, laki-laki yang kita cintai itu sama saja dengan laki-laki lainnya. Sama saja! Nggak usah lah terbujuk rayu mentang-mentang sudah lamaran atau masih niat melamar. Demi Allah, ada saudara-saudara kita disana yang menyerahkan kehormatan dan kemuliaannya hanya karena janji-janji manis dan perasaan kasmaran, lovey dovey, lalu kemudian mereka menyesal karena telah menikahi laki-laki yang tidak punya rasa takut kepada Allah, menyesal juga karena terlalu cinta buta sampai-sampai tidak melihat lampu merah dari adab masyarakat dan agamanya.

Laki-laki yang sejati itu bukan dia yang bisa menggaet wanita, tapi dia yang takut kepada Allah meskipun saat emosinya sedang tinggi-tingginya.

Buat wanita, jangan menyia-nyiakan waktu laki-laki. Kalau memang belum siap menikah, ya bilang, jangan jadi pelaku PHP.

dont be too hasty

cinta itu ajeg dan bersabar. nafsu itu terburu-buru.

Kesalahan 4: Tapi dia nggak suka sama aku kalau kita nggak komunikasi.

Coba deh kita sekarang pikirkan, hakikat pernikahan adalah untuk menyempurnakan separuh agama, tentunya dengan pasangan yang juga ngerti agama, minimal bisa mengingatkan kita ketika hampir terjerumus ke dalam dosa. Pasangan itu nantinya yang akan menjadi orang yang paling dekat, yang paling berpengaruh buat kita. Kalau sebelum nikah saja dia nggak bisa jaga diri kita, bagaimana bisa mengharapkan dia menjaga kita sesudah nikah? Kalau dia tetep keukeuh ingin chatting atau komunikasi sama kita tanpa sepengetahuan wali, artinya dia membuat kita terpojok. Di sisi lain kita ingin menjaga iman dan kemuliaan sebagai wanita dengan membatasi komunikasi yang tidak perlu, di sisi lain juga kita ingin membahagiakan dia. Hmmmm, fair nggak sih?

Tips: Wali kita itu ada tugasnya juga, menjaga diri kita sebelum pernikahan dari komunikasi yang nggak halal, dari mata-mata jahat, dari luka emosional karena kesenangan sesaat, wali itu tugasnya bukan hanya saat ijab kabul aja loh. Kalau memang dia tidak mau menuruti aturannya, Game over. Gitu kan ya?

Mau nekat coba-coba? Nikah kok coba-coba. Ingat ya, yang kita lakukan sekarang pasti berefek besar di masa depan. Jauh-jauh deh sama yang dilarang. Insya Allah berkah~

11174941_967186366645148_7949961684461079873_n

lebih baik kehilangan seseorang karena Allah daripada kehilangan Allah karena seseorang

Kesalahan 5: Aku tidak bisa menemukan orang lain selain dia. Dia satu-satunya yang mengerti aku sepenuhnya.

Untuk yang masih takut tidak kan menemukan orang lain, semoga segera dipertemukan oleh Allah dengan yang lebih baik. Aamiin.

Memang ya kadang kita merasa spesial ketika ada laki-laki yang soleh, sopan, beriman, mapan, sedang tertarik pada kita. Sebagai wanita sih nggak munafik hehe. Tapi jangan sampai kita terlibat jauh dengan laki-laki yang membuat kita mau tidak mau harus kompromi dengan keyakinan dan agama kita. Kalau memang dari awal dia sudah menunjukkan gelagat yang buat kita ragu lanjut atau tidak, #UdahPutusinAja.

Tips:

Karena, dari Umar bin Khattab, Rasulullah SAW bersabda, ”Ketika seorang laki-laki berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita maka syetan menjadi yang ketiganya.” (Tirmidzi)

Libatkan wali atau pihak ketiga kalau memang perlu ketemu, bahkan di japri WA sekalipun, usahakan jangan bahas yang rahasia-rahasia.

right is right

sesuatu yang salah tidak lantas menjadi benar ketika dilakukan oleh mayoritas

Kesalahan 6: Kenapa aku nggak boleh? Yang lain banyak juga yang kayak gitu.

Okee, alasan ini mengingatkanku ke masa kanak-kanak ketika aku masih sering ikut-ikutan, teman-teman beli gambar, aku juga beli, mereka nyari kecebong di selokan pun aku ikut *masa lalu*.

Dulu ibuku selalu menasihati,”Memangnya kalau orang lain nyebur sumur, kamu juga ikut nyebur?”

Klise, pasti, dan kena banget. Hanya karena orang lain pacaran, kita juga ikutan, hanya karena banyak yang melakukan, nggak berarti itu jadi sesuatu yang “boleh” buat kita. Kalau kita ikut-ikutan mereka, kita dapat dosa sekaligus nambahin dosa mereka karena sudah ngasih contoh nggak bener.

Kalau kita sudah memutuskan mengikuti si A, hati-hati saja di masa depan kita bakal nggak punya pilihan lain selain mengikuti orang tersebut. Punya prinsip sendiri itu penting, mendasarkan prinsip kita pada aturan agama itu jauh lebih penting.

Tips: Dekat-dekat saja sama orang yang baik, yang nggak suka foya-foya, yang serius memperbaiki diri, yang terus mendekat kepada Allah, supaya kita nggak pernah merasa sendirian. Yap, seperti di hadits yang sudah terkenal sampe hafal di luar kepala, esensinya jika kita berteman dengan penjual parfum, kita kena bau wanginya. Tapi jika berteman dengan pandai besi, kita kecipratan apinya, at least kena gosongnya. Teman itu penting 🙂

Seorang teman yang baik adalah yang ingin kita bahagia, tapi bukan dengan mengiyakan semuuaaaa hal yang kita inginkan. Teman yang baik itu yang akan mengingatkan ketika kita salah, nggak peduli kita mau terima nasihatnya atau tidak, karena dia sayang sama kita dan nggak mau kita terjerumus ke dalam dosa. Hati-hati memilih teman. Kalau salah pilih, bedanya hanya dua, surga atau neraka. Bijaklah memilih, insya Allah akan sukses.

marry

Kesalahan 7: Sudah terlanjur telat untuk memulai yang halal.

Untungnya, pemikiran ini salah! Semuanya masih bisa dibubah kan? Nggak ada kata terlambat. Syetan mungkin menang di beberapa pertempuran, tapi bukan berarti dia menang dalam perang. Kita masih bisa menjadikan ini hubungan yang halal, tapi ada syaratnya nih.

  1. Niat karena Allah semata. Ini yang terpenting. Ingin berubah, tulus karena Allah. Tulis besar-besar apa tujuan kita, dan tabah setabah-tabahnya, karena syetan itu lebih gigih kalau menggoda manusia, dari depan, belakang, kiri, dan kanan.

Caranya? Taubat, mohon ampun, penyesalan, tidak akan mengulangi hubungan seperti itu lagi, dan menjauhkan diri dari dosa. Kabar baiknya adalah Tuhan kita punya nama Ar Rahman (Yang Maha Pengasih), Al Ghaffar (Yang Maha Pengampun), Al ‘Afuw (Yang Maha Memaafkan), Al Halim (Yang Maha Baik).

  1. Buat para muslimah, kalau ada yang mendekatimu, langsung saja sodorin nomor bapak atau wali, kalau reaksi pertamanya menolak, sudah itu lampu merah. STOP dan jangan lanjutkan. Jangan buang-buang waktu dan perasaanmu.

Kalau dia diam, kasih waktu sebentar buat mikir, sama seperti kita kalau disuruh telepon ibunya/bapaknya, pasti kita juga diam sebentar buat mikir.

Kalau dia merespon dengan baik, Lanjutkan!

Dengan menjaga diri dari hubungan yang nggak halal, artinya kita menegakkan sunnah, dan memulai tren yang disebut modesty. Ecieeeh….

Keren nggak sih, kita berhasil menjaga diri, menjadikan kita wanita muslimah yang mulia, di tengah dunia yang kian kejam dan vulgar, di tengah masyarakat yang semakin mengumbar aurat dan menyepelekan arti kehormatan.

…….karena wanita pantas dicintai, dihargai, dan dihormati di jalan yang Allah ridhoi, karena tanpa Allah kita sudah jelas tidak bisa bertahan. Dia satu-satunya cinta sejati.

Advertisements
This entry was posted in Hearts, Purpose of Life and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to 7 Kesalahan Saat Mencari Jodoh (For Muslimah)

  1. Alia says:

    Thank you for this inspiring article, Sis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s